Tampilkan postingan dengan label curhat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label curhat. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 September 2022

Hello, First....


Hai, semoga kamu dalam keadaan sehat dan bahagia. Tidak tahu apakah ini benar atau salah. Tidak tahu apakah kamu akan melihat ini atau tidak. Aku adalah orang yang begitu kerasnya kau hapus dalam hidupmu. Dulu aku pernah meminta maaf atas semuanya. Atas salahku atau bukan. Tapi tetap aku merasa harus meminta maaf. Sampai kapan pun. Karena aku adalah tipikal orang yang tidak nyaman jika bermasalah dengan orang lain. Meski sudah pernah kulakukan izinkan aku meminta maaf lagi. Tragedi masa lalu itu adalah soal waktu. Kamu datang terlambat meski kamu yang pertama ada. Kupikir kamu adalah masa depanku, ternyata kamu cuma masa lalu. Heheh. Lucu ya kehidupan ini. Aku sudah bahagia di sini. Begitupun kamu harus bahagia di sana. Aku tidak ingin mengusik kehidupanmu, aku hanya ingin silaturahmi tetap terjaga. Itu saja.

Selasa, 08 November 2016

Random

Katakanlah mungkin ini adalah salah satu ekspresi katarsis saya. Saya sudah mengalami banyak hal akhir - akhir ini. Time flies. Beberapa moment terlewatkan begitu saja tanpa sempat saya abadikan dalam sebuah tulisan. Mungkin saya yang belum terbiasa. Karena katanya menulis itu adalah sebuah pembiasaan. Menggembalakan rasa bosan.
Sebenarnya banyak sekali yang ingin saya abadikan di sini.
Tentang delapan digit angka. Tentang uang yang saya dapatkan. Ah, saya lupa kapan persisnya mendapat gaji pertama. Kapan tepatnya mendapat keuntungan dari bisnis kecil - kecilan yang saya punya. Kapan pertamakali mendapat bayaran untuk waktu dan tenaga yang saya keluarkan. Tapi rasanya semua yang saya dapatkan belum cukup menutupi hitungan delapan digit angka tiap semester beserta plus - plus lainnya. Kelebihanmu Pak, Buk, adalah mau memberikan hasil tetesan keringat kepadaku meski aku tidak menawarkan kepastian tentang masa depan.

Selasa, 02 Desember 2014

Flashfiction : Yogyakarta dan Kita



Sore senja di sudut jogja,
terucap doa kau tahu isi hati ini.
Dan bila itu tak terungkap,
tetap kunikmati rasa jatuh cinta sendiri.
Tak mampu kuungkap segalanya.
–Kata Hati-
By : Nadya Fatira

Jogja masih sama. Tidak berubah, meski tetap berbenah. Rasa ini juga masih sama. Tidak berubah, meski usia bertambah. Empat tahun lalu di sebuah sudut kota, kita sering berbicara tanpa kata – kata...

Malioboro. Sebuah jalan panjang. Menjadi sasaran bidikan kamera kita pada beberapa sudutnya.  Menjadi saksi langkah tergesa kita menuju Stasiun Tugu, mengejar kereta yang hendak berangkat. Dan turut menjadi saksi wajah bingungmu ketika memutuskan akan mengisi perut di mana, atau ingin membelikan sesuatu untukku. Dompet? Tas? Souvenir? Kaos? Batik? Aku bilang tidak perlu. Kamu pasti lupa kalau aku tidak suka hal semacam itu. Kamu pasti lupa kalau aku adalah orang yang cukup jeli dalam hal keuangan.

Setelah itu masing – masing dari kita pergi. Menapaki jalan hidup masing – masing. Tanpa sempat memberi kesempatan hati bicara.

Katamu cinta itu tidak jelas. Tapi menurutku cinta itu harus tegas.

Senja ini di sebuah sudut Kota Yogyakarta kita berjumpa. Seperti terakhir kali bertemu empat tahun lalu. Kita masih berbicara tanpa kata – kata. Hanya saja kali ini kamu setuju jika cinta itu harus tegas. Untuk itu lah kamu membawa sebuah permintaan indah. Dan aku hanya bisa mengangguk dengan tatapan berkaca – kaca tak percaya.


Jumat, 07 November 2014

Aku Percaya


Cerita sebenarnya tidak pernah akan berakhir. Sama seperti kehidupan itu sendiri. Karena kehidupan adalah sebuah kitab penuh cerita. Setelah manusia mati pun, cerita akan tetap ada. –Jakarta, April 2009_Anissa Salsabila-

Entah bagaimana aku, kamu, atau mereka mendeskripsikan semua. Sesuatu yang ajaib dan luar biasa. Yang sekejap datang dan merenggut alam nyata. Membawa kita berdua pada rangkaian kata lalu menjadi sebuah cerita.

Kita bukan Romeo dan Juliet atau Laila dan Qais yang majnun. Karena gerimis air mata itu malah menyalakan kobaran api semangat dalam hidup. Aku percaya, perpisahan ini akan membuat kita semakin kuat, membaja, kokoh. Seperti prasasti purba yang menuliskan sejarah yang tak lekang oleh masa. Aku dan kamu berharap ini adalah keputusan yang membawa kita menuju jalan terbaik. Semoga masing – masing dari kita bisa saling memperbaiki diri menjadi lebih baik di mata-Nya. Aamiin.

Entah berapa puluh purnama yang harus kita lewati. Aku sangat percaya suatu saat kita akan dipertemukan kembali. Dan dinikahkan oleh semesta.

Jumat, 08 Agustus 2014

T_T, :(, -_-, ^_^ #Bingung Mau Diberi Judul Apa



                 Ehm... sekarang saya akan menguraikan asal muasal mengapa saya menghilang dari dunia per-blog-an *opo se -_- . Mungkin lebih tepatnya bukan menghilang, hanya cuti untuk sementara waktu. Bukan cuti juga sih, karena sebenarnya saya juga tidak ingin cuti *lha terus... ?_? . Ya sudah, lupakan. Hehe :D . Jadi semenjak jadi mahasiswa semester dua itu rasanya rempong, ribet, padat merayap, pusing, pokoknya itu lah. Ini dari yang berhasil saya ingat ya.... mulai dari panitia acara besar seperti Simposium nasional, acara – acara kecil yang juga menyita perhatian, belum masalah akademik yang tidak bisa dikesampingkan juga. Lalu Juni sebelum puasa saya terlempar di Boyolali. Yups, praktik klinik pertama saya, tepatnya di RSUD Pandan Arang Boyolali. Di sana cukup menyenangkan. Alhamdulillah saya betah. Saya merasa lebih banyak belajar. Lebih banyak belajar ikhlas juga. Bagaimana menahan emosi menghadapi pasien atau keluarganya yang beraneka warna, dan benar – benar “belajar”.

Kamis, 03 April 2014

Sekelumit Kisah Patah Hati



Tentang sebuah kisah yang mungkin tidak penting bagimu. Bersumber dari sebuah diary kecil yang tidak sengaja terbuka lembarannya. Dibantu suara Afgan dengan sebuah lagu berjudul “Sabar”....

Jumat, 28 Februari 2014

Entahlah...

           Belakangan ini dalam diam, sering sekali mengambil napas dalam – dalam. Sekedar melepas sedikit beban yang menyesakkan dada. Sekedar memenuhi pasokan oksigen dalam concave. Tubuh ini memang lelah. Tapi hati ini lebih lelah. Seperti yang sudah pernah terjadi berkali – kali sebelumnya. Tapi saya harus kuat. Dan saya yakin saya bisa melewati ini semua tanpa tangisan berhari – hari dan memaksa tubuh ringkih saya menerima akibatnya. Maafkan saya yang telah melukai dan mencabik hati.
Terkadang sebelum kita memberi seseorang tamparan yang cukup keras (yang kita sendiri tidak percaya bisa melakukan itu), kita harus menampar diri sendiri dengan tamparan yang lebih keras.

Sabtu, 31 Agustus 2013

5 Days



Lima hari ini mungkin adalah hari paling melelahkan sepanjang sejarah hidup saya. Berawal dari tanggal 27 kemarin sampai hari ini tanggal 31 jangan harap bisa tidur tenang dan nyenyak. Memang sih, sebelumnya pernah mengalami kegiatan – kegiatan semacam ini, tapi yang berturut – turut ya baru kali ini sepertinya. Tanpa ada jeda atau pun koma. Layaknya kalimat ini adalah kalimat panjang yang  lama sekali baru bertemu tanda untuk berhenti. Sebelum tanggal 27 juga sudah kenyang berkeliling Surakarta hanya demi air minum kemasan berisi 250 ml. Heran juga kenapa produsen air minum kebanyakan memproduksi air kemasan gelas 240 ml. Kenapa tidak sekalian saja 250 ml #maksa :D. Yang lebih membuat gubrak adalah air kemasan 250 ml itu ada di Kediri, di rumah gue pula -_- . Masa saya harus pulang hanya demi 250 ml. Konyol -_- . Setelah berkeliling sampai sore dengan Tyas dan Firdia (teman baru saya) akhirnya ketemu 250 ml tapi bukan kemasan gelas. Bodo deh, kagak peduli, yang penting 250 ml. Itu udah kayak semua swalayan, toko, supermarket, minimarket, semuanya diubek – ubek deh. Yang penting sudah sangat berusaha untuk memenuhi tugas dari panitia OSMARU. Dan alhamdulillah ya, sesuatu sekali saya mendapat air 250 ml itu secara cuma – cuma dari seorang teman yang berbaik hati mau membawakannya. Hehehe. And you know what???

Kamis, 04 Juli 2013

Flashfiction : Untukmu


Hari hampir pagi dan saya masih terjaga. Menengok ke belakang dan mendapati kenyataan. Hm...sudah melangkah sejauh ini ternyata.

Sudah berapa tawa yang kita habiskan selama ini?
Sudah berapa tangis yang kita tuang selama ini?
Sudah berapa cerita yang kita tulis selama ini?
Dan,
Sudah berapa cinta yang kita ukir selama ini?

Jika memang banyak yang lebih menarik dari dia, kenapa hanya orang ini yang berhasil menarik saya dalam pusaran tak berwujud ini?
Pertanyaan itu tidak sengaja terlontar ketika saya menunduk memendam kecamuk. Sudah berapa ratus kali saya mencoba keluar dan berlari sejauh-jauhnya. Tetapi selalu berakhir di titik yang sama. It’s always been you. Dan saya benci itu. Dengan napas tersengal saya masih mendapati dia di sini. Masih sama. Dan masih ada untuk saya.

Entah bagaimana cara Tuhan merawat cinta ini di saat cinta yang lain mati tak terselamatkan.
Danke. Thank you so much for always be here in whatever my conditions.

#note: Judge, kata – kata kasar, hinaan, dan cacian dari saya yang tidak bisa ditarik kembali, akankah mendapat kata maaf?

Sabtu, 11 Mei 2013

Flashfiction : Do You Still Remember?

Hari ini 11 Mei. Empat tahun silam kita pernah bersua. Tanpa sengaja. Tanpa rencana. Aku masih mengingatnya. Tidak pernah lupa. Di tengah dingin dan gelapnya malam kau menyapaku lebih dulu. “Awas lo ya,hati-hati, nanti ada yang nemenin kamu di sini. Hhehe. Oke,selamat bertugas ya”, begitu kalimatmu untuk menakutiku, tapi aku tidak takut. Itu adalah kalimat pertama yang kau tujukan kepadaku. Aku hanya tersenyum simpul membalas candamu. Aku belum mengenalmu. Hanya namamu saja yang kutahu. Lalu kau pergi. Meninggalkanku sendiri di antara pohon – pohon yang menjulang dan malam yang semakin larut.

Aku semakin sering melihatmu. Bekerja sama denganmu.

Hari ini 11 Mei. Seperti sudah di-setting daerah asosiasi cerebrum otakku segera mencari rekaman empat tahun lalu. Menayangkannya kembali dan membawaku ke masa itu. Sekitar 4 tahun + 5 jam + 30 menit yang lalu kita bertemu untuk pertama kalinya. Tanpa sengaja. Tanpa rencana. Dan aku masih mengingatnya. Tidak akan pernah lupa.

Jika memang ada rasa yang tak biasa di antara kita, aku mohon biarkan saja. Sampai Dia menunjukkan jalan terbaik untuk kita. Jalan terbaik yang tentu mendapat ridha-Nya.
                                                               
_Untukmu, yang entah tahu entah tidak. Semoga kamu tidak pernah bosan melafalkan dan mentadabburi ayat-ayat-Nya_

Kamis, 11 April 2013

Saya Kesal :(

Caution :  Tulisan ini mengandung sedikit bubuk kebencian. Jadi lebih baik tidak usah dibaca.

Hanya ingin sedikit bercerita agar hati ini lebih lega. Bukan bermaksud menebar kebencian, hanya ingin berbagi dan menenangkan diri. Mendadak muncul lagi perasaan kesal dan benci terhadap orang yang mengambil tas saya kapan lalu. Bukan masalah uang atau barang – barang berharga saya yang diambil dan tidak kembali, tetapi setelah itu “dia” menyisakan beberapa masalah untuk saya. Saya harus mengurus kembali dari awal rekening saya di bank, harus minta surat keterangan dari kepolisian, dan baru saja mendadak “parno” gara-gara lihat twit-twit @info_SNMPTN yang sedang membahas pensil 2B untuk ujian yang asli dan yang KW alias palsu. Tahukah dia kalau saya menyimpan dua

Rabu, 03 April 2013

Kehilangan Itu Menyakitkan, Tetapi….


Masih sedikit shock dan belum percaya atas kejadian kemarin. Tetapi dari itu semua banyak sekali pelajaran berharga yang bisa diambil. Senin (1 /4) lalu sehabis pulang gladi bersih Ujian Nasional (UN) di Neutron saya sholat maghrib di Masjid At Taqwa MAN 3 Kediri. Saat itu saya bersama Lisa dan Pundhi. Kami meletakkan tas kami di tangga menuju lantai dua dekat tempat wudhu. Entah mengapa tidak biasanya kami meninggalkannya di situ sewaktu sholat. Biasanya selalu dibawa masuk. Mungkin karena saat itu keadaannya ramai, banyak anak asrama yang akan mengaji, jadi kami tidak berpikir panjang. Lisa sendiri juga sudah menitipkan tasnya kepada salah satu adik kelas yang kebetulan di situ. Setelah sholat maghrib jamaah, tas saya raib alias tidak ada di tempat alias hilang!

Jumat, 09 November 2012

Seandainya Seharusnya



Sampai saat ini perasaan bersalah masih menyelimuti saya. Perasaan itu terutama kepada tertuju kepada Indry. Apalagi setelah mengetahui ternyata kegalauannya beberapa hari ini adalah tentang itu juga ternyata. Saya memang mudah sekali terbebani dengan hal yang kadang dianggap orang lain sepele. Saya selalu merasa terbebani ketika bekerjasama dalam menempuh suatu tujuan. Bukan berarti saya tidak mau membantu, justru saya sangat senang bila dapat membantu. Konotasi terbebani di sini maksudnya adalah pikiran saya yang saya tuntut untuk bisa membuat orang tersebut bahagia, dan (mungkin) berpikir tidak salah untuk mengajak saya mencapai tujuannya. Entah lah, saya yang aneh dengan mind-set saya atau memang Allah sengaja telah menciptakan konduktivitas ribuan neuron dalam tubuh saya mengirim impuls tidak biasa seperti itu melalui dendrit sampai neurit.

Rabu, 31 Oktober 2012

Bukan Tentang Saya…


Secangkir kopi dan sepotong roti menemaninya malam ini serta suara lembut Afgan dengan “I.L.U”-nya yang mengalir melalui earphone  dan memasuki kedua telinganya. Hari ini entah mengapa berkali-kali dia putar dan dengarkan. Hari ini mereaksikan kembali endapan ingatan yang ada dalam cerebrum-nya. Tempat itu, jalan yang dia lalui, suasana itu, bahkan bawahan rok hitam yang dia pakai, sama seperti waktu-waktu itu. Masa itu sudah berlalu, bisakah dia kembali ke masa itu meski hanya ingatannya saja yang bisa meraba? Baginya, kenangan adalah kesempatan kedua yang diberikan Allah ketika waktu tidak dapat diputar kembali. 3 tahun + 5 bulan + 20 hari yang lalu. Masih terlalu dini baginya untuk benar-benar memahami dan mengerti.