Jumat, 08 Agustus 2014

T_T, :(, -_-, ^_^ #Bingung Mau Diberi Judul Apa



                 Ehm... sekarang saya akan menguraikan asal muasal mengapa saya menghilang dari dunia per-blog-an *opo se -_- . Mungkin lebih tepatnya bukan menghilang, hanya cuti untuk sementara waktu. Bukan cuti juga sih, karena sebenarnya saya juga tidak ingin cuti *lha terus... ?_? . Ya sudah, lupakan. Hehe :D . Jadi semenjak jadi mahasiswa semester dua itu rasanya rempong, ribet, padat merayap, pusing, pokoknya itu lah. Ini dari yang berhasil saya ingat ya.... mulai dari panitia acara besar seperti Simposium nasional, acara – acara kecil yang juga menyita perhatian, belum masalah akademik yang tidak bisa dikesampingkan juga. Lalu Juni sebelum puasa saya terlempar di Boyolali. Yups, praktik klinik pertama saya, tepatnya di RSUD Pandan Arang Boyolali. Di sana cukup menyenangkan. Alhamdulillah saya betah. Saya merasa lebih banyak belajar. Lebih banyak belajar ikhlas juga. Bagaimana menahan emosi menghadapi pasien atau keluarganya yang beraneka warna, dan benar – benar “belajar”.

Review : Hijrah Cinta





“Maukah kamu menjadi saksi perubahan hidupku?” 
“Aku mau, sampai kapanpun...” 


*adegan bersih – bersih blog sambil bersin – bersin (you know that... saya alergi debu -_-). Alhamdulillah, setelah sekian lama status quo blog ini, akhirnya saya tergerak untuk membukanya lagi. Hhehe. Kalender terakhir saya memposting sesuatu adalah Bulan April ya :). Yyaaa... saya tidak menyangka kalau ternyata setelah April itu benar – benar sesuatu...... rempong cin.... -_- . Deretan kegiatan udah seperti hujan saja, dan seperti biasa saya sempat “tumbang” beberapa kali (you know that...sistem imun sekunder saya tidak berkembang dengan baik sejak saya kecil -_-). Oke, stop berbicara tentang kesibukan, itu sudah kewajiban dan tidak akan berhenti mengejar saya. Nanti saya akan cerita tentang sesuatu bernama kesibukan itu.

Rabu, 23 April 2014

Happy Birthday


Kalender 23 April tahun ini menggenapkan 25 kali perulangan tanggal lahirmu.
Hm... sudah seperempat abad ya ternyata :D.
Pasti dinding facebookmu penuh dengan ucapan. Pasti ponselmu juga sarat akan pesan masuk berisi rentetan doa yang entah dari siapa.
Atau seseorang yang berada di balik pintu kamarmu, membawa sebuah cupcake kecil dengan sebatang lilin kecil ketika kamu membukanya untuk pertamakali pagi ini.
Yang pasti aku tidak akan melakukan hal serupa.

Senin, 14 April 2014

Flashfiction : Kita dan Semesta



Indri terus berlari tanpa memedulikan tatapan orang – orang. Dia hanya ingin sendiri saat ini. Di sebuah sudut kelas dia berhenti dan mengatur napas yang tersengal. Melihat keluar jendela dan mendapati memori tentang dirinya setiap pagi. Ya, hampir setiap hari dimulai dari Hari Senin sampai Sabtu Indri selalu datang lebih awal dari yang lain hanya demi melihat dari jauh seseorang itu. sampai akhirnya waktu mempertemukan dan semesta menjadikan mereka menjadi sepasang kekasih.

Kamis, 03 April 2014

Hello Bandung.... :)

            Tanggal 14 – 17 Maret lalu saya berkesempatan menyambangi Paris Van Java kembali setelah beberapa tahun lalu sempat mempunyai kenangan indah di sini. Kali ini saya kembali membawa nama kampus saya, Universitas Negeri Sebelas Maret. Keberangkatan saya memang tanpa persiapan yang maksimal. Pasalnya saya sudah pesimis tidak mungkin berangkat dikarenakan biayanya juga lumayan merogoh kocek, belum lagi transportasinya. Tapi Allah memudahkan saya dan saya yakin itu semua akan diganti olehNya dengan kebaikan yang berkali – kali lipat. Toh, saya ke sini tidak semata – mata memenuhi kewajiban saya sebagai Pengurus Harian Nasional IKAMABI (Ikatan Lembaga Mahasiswa Kebidanan Indonesia). Saya yakin akan ada banyak ilmu dan pengalaman selama di sana. Masalah rupiah yang sudah keluar ya sudah lah, Allah masih sangat kaya untuk mengganti itu semua. Ikhlas saja. Kata Ust. Yusuf

Sekelumit Kisah Patah Hati



Tentang sebuah kisah yang mungkin tidak penting bagimu. Bersumber dari sebuah diary kecil yang tidak sengaja terbuka lembarannya. Dibantu suara Afgan dengan sebuah lagu berjudul “Sabar”....

Jumat, 28 Februari 2014

Entahlah...

           Belakangan ini dalam diam, sering sekali mengambil napas dalam – dalam. Sekedar melepas sedikit beban yang menyesakkan dada. Sekedar memenuhi pasokan oksigen dalam concave. Tubuh ini memang lelah. Tapi hati ini lebih lelah. Seperti yang sudah pernah terjadi berkali – kali sebelumnya. Tapi saya harus kuat. Dan saya yakin saya bisa melewati ini semua tanpa tangisan berhari – hari dan memaksa tubuh ringkih saya menerima akibatnya. Maafkan saya yang telah melukai dan mencabik hati.
Terkadang sebelum kita memberi seseorang tamparan yang cukup keras (yang kita sendiri tidak percaya bisa melakukan itu), kita harus menampar diri sendiri dengan tamparan yang lebih keras.