Kamis, 04 Juli 2013

Flashfiction : Untukmu


Hari hampir pagi dan saya masih terjaga. Menengok ke belakang dan mendapati kenyataan. Hm...sudah melangkah sejauh ini ternyata.

Sudah berapa tawa yang kita habiskan selama ini?
Sudah berapa tangis yang kita tuang selama ini?
Sudah berapa cerita yang kita tulis selama ini?
Dan,
Sudah berapa cinta yang kita ukir selama ini?

Jika memang banyak yang lebih menarik dari dia, kenapa hanya orang ini yang berhasil menarik saya dalam pusaran tak berwujud ini?
Pertanyaan itu tidak sengaja terlontar ketika saya menunduk memendam kecamuk. Sudah berapa ratus kali saya mencoba keluar dan berlari sejauh-jauhnya. Tetapi selalu berakhir di titik yang sama. It’s always been you. Dan saya benci itu. Dengan napas tersengal saya masih mendapati dia di sini. Masih sama. Dan masih ada untuk saya.

Entah bagaimana cara Tuhan merawat cinta ini di saat cinta yang lain mati tak terselamatkan.
Danke. Thank you so much for always be here in whatever my conditions.

#note: Judge, kata – kata kasar, hinaan, dan cacian dari saya yang tidak bisa ditarik kembali, akankah mendapat kata maaf?

1 komentar: